Cerita Kuntilanak Seram: Tangisan dari Pohon Tua

kuntil anak di pohon tua

Cerita kuntilanak seram ini mengisahkan teror yang bermula dari sebuah pohon tua di jalan sepi. Jika Anda menyukai kisah seperti ini, jelajahi juga kumpulan cerita horor Indonesia lainnya di Sigil Horor.

Malam itu seharusnya menjadi malam biasa bagi Raka.

Ia baru pulang dari rumah temannya setelah menyelesaikan pekerjaan yang membuatnya harus berada di luar hingga hampir tengah malam.

Jalan menuju rumah Raka sebenarnya tidak terlalu jauh. Namun ada satu bagian yang selalu membuatnya tidak nyaman.

Sebuah jalan kecil di pinggir desa yang melewati kebun kosong.

Di tengah kebun itu berdiri sebuah pohon tua berukuran sangat besar.

Warga sekitar jarang membicarakan pohon tersebut.

Namun ketika Raka masih kecil, ibunya pernah memberikan satu pesan.

“Kalau pulang malam, jangan berhenti di dekat pohon itu.”

Raka tidak pernah menanyakan alasannya.

Sampai malam itu.

Suara Tangisan dari Tengah Kebun

Jam di ponselnya menunjukkan pukul 23.47.

Jalanan benar-benar sepi.

Tidak ada kendaraan.

Tidak ada orang berjalan.

Hanya suara mesin motor Raka yang terdengar di sepanjang jalan.

Ketika jaraknya tinggal beberapa puluh meter dari pohon tua, Raka mulai mendengar sesuatu.

Awalnya sangat pelan.

Seperti suara perempuan sedang menangis.

Raka memperlambat motornya.

Suara itu semakin jelas.

“Huuu… huu…”

Ia menoleh ke kanan dan kiri.

Tidak ada siapa pun.

Rumah penduduk terdekat berada cukup jauh dari tempat tersebut.

Raka mencoba berpikir logis.

Mungkin suara televisi dari rumah warga.

Atau suara hewan malam yang terdengar menyerupai manusia.

Ia kembali menarik gas.

Namun tepat ketika motornya berada sejajar dengan pohon tua itu—

mesinnya mati.

Motor Tiba-Tiba Tidak Bisa Dihidupkan

Raka mencoba menyalakan motor.

Tidak berhasil.

Ia mencobanya sekali lagi.

Tetap tidak ada respons.

Tangannya mulai berkeringat.

Suara tangisan yang sebelumnya terdengar dari kejauhan kini terasa semakin dekat.

Raka mengambil ponsel dari sakunya.

Tidak ada sinyal.

“Tenang,” gumamnya.

Ia mencoba menghidupkan motor sekali lagi.

Tetap gagal.

Kemudian suara tangisan itu berhenti.

Mendadak suasana menjadi sangat sunyi.

Tidak ada suara jangkrik.

Tidak ada angin.

Raka bahkan dapat mendengar napasnya sendiri.

Lalu terdengar sesuatu dari atas pohon.

Krek…

Seperti ranting diinjak.

Raka perlahan mengangkat kepalanya.

Sosok Perempuan di Atas Pohon

Di antara cabang pohon yang gelap, Raka melihat sesuatu berwarna putih.

Awalnya ia mengira itu hanya kain atau kantong plastik yang tersangkut.

Namun benda tersebut bergerak.

Raka membeku.

Perlahan matanya mulai dapat melihat bentuknya dengan lebih jelas.

Itu seperti seorang perempuan.

Rambutnya panjang menutupi sebagian wajah.

Pakainya berwarna putih.

Ia duduk di salah satu cabang pohon sambil menundukkan kepala.

Raka tidak berani bergerak.

Kemudian perempuan itu berhenti menangis.

Kepalanya terangkat perlahan.

Dan menghadap tepat ke arah Raka.

Raka langsung menunduk.

Ia teringat pesan ibunya.

Jangan berhenti di dekat pohon itu.

Masalahnya, sekarang ia sudah berada tepat di bawahnya.

Terdengar Suara Tertawa

Raka terus mencoba menyalakan motornya.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Tidak berhasil.

Kemudian terdengar suara perempuan tertawa.

Anehnya, suara itu terdengar sangat jauh.

Padahal beberapa detik sebelumnya Raka melihat sosok tersebut berada tepat di atas pohon.

Raka memberanikan diri melihat ke atas.

Cabang pohon itu kosong.

Tidak ada siapa pun.

Raka menghela napas.

Namun rasa lega tersebut hanya bertahan beberapa detik.

Karena dari belakangnya terdengar suara bisikan.

“Mau pulang?”

Tubuh Raka langsung kaku.

Suara itu begitu dekat.

Seolah seseorang sedang berdiri tepat di belakang bahunya.

Raka tidak berani menoleh.

Jangan Pernah Menoleh ke Belakang

Raka kembali menekan starter motor.

Mesinnya akhirnya menyala.

Tanpa melihat ke belakang, ia langsung menarik gas.

Motor melaju secepat mungkin meninggalkan pohon tersebut.

Namun sesuatu membuatnya semakin ketakutan.

Dari kaca spion, ia melihat sosok putih berdiri di tengah jalan.

Rambut panjang menutupi wajahnya.

Raka mempercepat motor.

Beberapa ratus meter kemudian ia melihat lagi kaca spion.

Sosok tersebut sudah tidak ada.

Ia merasa aman.

Sampai sebuah tangan pucat perlahan muncul dari belakang bahunya.

Raka melihatnya melalui kaca spion.

Ada seseorang duduk di belakangnya.

Perempuan berambut panjang.

Wajahnya sangat pucat.

Dan perempuan itu sedang tersenyum.

Raka Tidak Ingat Bagaimana Ia Sampai di Rumah

Raka tidak dapat mengingat dengan jelas apa yang terjadi setelah itu.

Hal berikutnya yang ia ingat adalah dirinya sudah berada di depan rumah.

Motor tergeletak di halaman.

Ibunya berdiri di depan pintu dengan wajah panik.

“Dari mana kamu?”

Raka tidak menjawab.

Ia hanya menunjuk ke arah jalan.

Ibunya langsung memahami sesuatu.

“Kamu lewat pohon itu?”

Raka mengangguk.

Wajah ibunya berubah.

Malam itu barulah ibunya menceritakan alasan mengapa sejak kecil Raka dilarang berhenti di sana.

Cerita Lama tentang Pohon Tersebut

Menurut cerita yang beredar di desa, bertahun-tahun sebelumnya pernah ada seorang perempuan yang ditemukan meninggal tidak jauh dari pohon tersebut.

Sejak saat itu beberapa warga mengaku mengalami kejadian aneh ketika melewati lokasi pada malam hari.

Ada yang mendengar tangisan.

Ada yang melihat perempuan berdiri di bawah pohon.

Ada pula yang mengaku melihat sosok berbaju putih berada di antara cabangnya.

Warga kemudian mengaitkan berbagai cerita tersebut dengan sosok kuntilanak.

Namun tidak ada yang benar-benar mengetahui asal suara maupun penampakan yang diceritakan masyarakat.

Raka sendiri tidak pernah mencoba mencari jawabannya.

Setelah kejadian malam itu, ia memilih jalan lain setiap kali pulang larut.

Meskipun harus memutar beberapa kilometer.

Pertemuan Kedua

Beberapa bulan berlalu.

Raka hampir melupakan kejadian tersebut.

Sampai suatu malam ia terbangun sekitar pukul dua pagi.

Ia merasa mendengar seseorang menangis.

Suara itu berasal dari halaman belakang rumah.

Raka mencoba mengabaikannya.

Namun suara tersebut semakin jelas.

“Huuu… huu…”

Raka membuka matanya.

Di samping jendela kamarnya terdapat pohon mangga.

Kemudian terdengar suara ranting bergerak.

Krek…

Raka langsung menarik selimut.

Ia tidak berani melihat ke arah jendela.

Lalu suara tangisan berhenti.

Beberapa detik kemudian terdengar suara perempuan berbisik dari luar jendela.

“Katanya mau pulang…”

Raka tidak tidur sampai matahari terbit.

Sejak malam itu, ia tidak pernah lagi melihat sosok perempuan tersebut.

Tetapi setiap melewati jalan lama pada siang hari, ia selalu menghindari melihat pohon tua itu terlalu lama.

Karena jauh di dalam pikirannya, Raka masih bertanya-tanya.

Apakah malam itu ia benar-benar berhasil meninggalkan sosok tersebut?

Atau sesuatu sebenarnya ikut pulang bersamanya?

Cerita Kuntilanak dalam Kisah Horor Indonesia

Kuntilanak merupakan salah satu sosok supernatural yang sangat populer dalam cerita horor Indonesia. Kisah mengenai sosok perempuan berambut panjang dan berpakaian putih mempunyai banyak variasi dalam cerita masyarakat.

Namun cerita di atas disajikan sebagai cerita horor fiksi untuk hiburan, bukan laporan kejadian yang dapat diverifikasi.

Jika Anda menyukai cerita dengan alur yang lebih panjang dan misteri yang berkembang perlahan, baca juga cerita horor seram panjang di Sigil Horor.

Untuk bacaan yang lebih singkat, tersedia kumpulan cerita horor pendek yang dapat selesai dibaca dalam beberapa menit.

Anda juga dapat menjelajahi cerita horor kisah nyata untuk membaca konten yang secara khusus dikategorikan sebagai pengalaman atau kisah nyata.

FAQ Cerita Kuntilanak

Apa itu kuntilanak?

Kuntilanak adalah sosok supernatural yang dikenal luas dalam folklor dan cerita horor di Indonesia serta beberapa wilayah Asia Tenggara. Penggambaran sosoknya dapat berbeda tergantung cerita dan daerah.

Apakah cerita kuntilanak di atas kisah nyata?

Tidak. Cerita Tangisan dari Pohon Tua di atas merupakan cerita fiksi yang dibuat sebagai hiburan.

Mengapa kuntilanak sering muncul dalam cerita horor Indonesia?

Kuntilanak sudah lama menjadi bagian dari folklor dan budaya populer sehingga sosok tersebut sering digunakan dalam cerita, film, maupun kisah horor yang berkembang di masyarakat.

Di mana membaca cerita horor lainnya?

Anda dapat menjelajahi Sigil Horor untuk menemukan cerita pendek, cerita panjang, kisah misteri, dan berbagai tema cerita horor Indonesia lainnya.


Jika Anda menyukai kisah yang lebih singkat dan langsung menuju bagian menegangkan, lanjutkan membaca cerita horor pendek Indonesia dengan berbagai kisah menyeramkan.

Baca Cerita Horor Lainnya

Jika Anda menyukai kisah kuntilanak seperti ini, jelajahi kumpulan cerita horor Indonesia dengan berbagai tema menyeramkan. Untuk bacaan yang lebih singkat, Anda juga dapat membaca cerita horor pendek, atau menikmati cerita horor seram panjang dengan alur dan misteri yang berkembang lebih dalam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top